FANDOM


BoBoiBoy Musim 3 Episode 6
Tanggal
diterbitkan
13 Oktober 2013
4 Disember 2014
Durasi
tayangan
22:01
Disutradarai
oleh
Yap Ee Jean
Dzubir Mohammed Zakaria
Panduan Episode
Sebelumnya
Amukan Koko Jumbo
Selanjutnya
Rompakan Rob, Robert & Roberto

Khidmat Wak Baga Ga adalah episode ke-6 musim ke-3 dalam seri BoBoiBoy. Episode ini disiarkan di TV3 pada 4 Desember 2014 pukul 5.35 petang. Episode ini adalah episode pertama yang memiliki judul nyata dari sekedar angka bagi episode-episode yang lalu.

Pada perencanaan yang awal, episode ini seharusnya disiarkan di TV3 pada bulan Juni namun ditunda pada bulan September. Tapi, waktu siaran yang dijanjikan pada bulan September ditunda lagi ke 4 Desember karena faktor-faktor yang tidak dapat dihindari pada waktu itu seperti menghormati insiden MH17. Namun, episode ini telah disiarkan di MNCTV Indonesia lebih awal.

Plot

Probe terjaga dari tidurnya setelah bermimpi tentang waktu dirinya hancur dalam perang melawan Ejo Jo yang lalu. Ketika dia dijenguk oleh Adu Du dan Komputer, Probe sulit untuk mengecam mereka. Sejak dihidupkan kembali, setiap kali Probe bangun dari tidur, dia sering hilang ingatan. Setiap kali Adu Du mencoba mengingatkan Probe siapa dirinya, Probe sulit untuk memproses ingatannya lalu mengugutnya dengan tembakan. Kali ini, Adu Du menggunakan kartu pelajar Tingkatan 5-nya sebagai bukti, tetapi Probe tidak mempercayainya karena gambar dalam kartu tidak sama dengan penampilan Adu Du yang sekarang.

Komputer menegur Probe bahwa itu adalah kali ke-21 dia menembak tuannya itu. Kemudian, dia segera menghubungi Bago Go untuk mendapatkan bantuan. Setelah Bago Go muncul di layar Komputer, Bago Go terkejut melihat muka Adu Du yang hitam. Ketika Adu Du ingin memberitahu tujuannya, tiba-tiba Bago Go memotong pembicaraannya dengan mengatakan yang dia sudah tahu tujuan dia dihubungi lalu menawarkan Senjata Peluru Berpandu Nuklear L9000. Tapi, jelas sekali Adu Du menolaknya dan kemudian Probe menjelaskan bahwa tujuan mereka yaitu untuk memulihkan ingatan Probe. Tambahkan Komputer, Probe telah mengigau dan hilang ingatan sebanyak 39 kali.

Jadi Bago Go merekomendasikan Robot Robey XL 9000 sebagai ganti untuk Probe. Adu Du dengan geram mengingatkan bahwa itu merupakan kali ke-2 salesman itu mencoba menjual robot tersebut. Jadi Bago Go mengganti judul dengan bertanya tentang gejala-gejala lain yang dialami oleh Probe. Jawab Probe, kadang-kadang dia terbayang-bayang dan meracau-racau secara tiba-tiba sewaktu berjalan-jalan dengan tuannya, seolah-olah seperti dirinya dikejar oleh robot jahat.

Setelah mengkonfirmasi gejala yang dijelaskan oleh Probe, Bago Go berasumsi bahwa Probe sedang mengidap penyakit angau yang kronis. Adu Du tersentak mendengar berita itu dan dengan rasa yang geram, dia bertanya kembali manakan robot yang bisa ada angau. Jelas Bago Go, angau tidak menghitung korban, baik manusia maupun robot.

Semakin Adu Du mendengarnya, semakin dia tidak percaya lalu dia menuduh Bago Go mencoba menipunya, tetapi Bago Go membujuk pelanggannya betapa jujur dirinya. Adu Du mengingatkan Bago Go tentang saat kapal angkasanya digadaikan dan hanya mendapat sudip listrik. Tapi Bago Go membalas dengan manfaat bahwa Adu Du mendapat sudip listrik bersama Robot Pemusnah Mukalakus. Adu Du juga menegur tentang konverter yang gagal memulihkan Probe, tetapi dengan begitu mudah Bago Go membalas bahwa Probe sudah hidup dan berada di depan mata adu Du.

Adu Du mengaku bahwa Probe memang sudah hidup, tetapi dia hidup dengan kehilangan ingatannya. Untuk itu, Bago Go menjelaskan bahwa memori Probe lemah karena tidak makan Kismis Minda S900. Namun, Adu Du sudah serik memperlakukan "tipu daya" Bago Go dan akan memutuskan online, tetapi Bago Go segera membujuk pelanggannya lalu merekomendasikan seorang temannya yang ahli dalam bab hilang ingatan.

Dengan rasa yang geram, Adu Du mengingatkan salesman itu, jika dia menipu lagi, Adu Du tidak akan berurusan dengannya sepanjang hidup lalu bertanya siapakah temannya itu. Bago Go tidak gentar memperlakukan teguran itu dan menjelaskan bahwa temannya adalah "ahli segala ahli" yang dapat mengobati ahli lain yang sakit. Adu Du menuntut untuk melihat rupa ahli itu dahulu, tetapi Bago Go terus memutuskan online.

Sesaat setelah Bago Go memutuskan online, terdengar ketukan di pintu markas. Probe pergi membuka pintu dan munculnya seorang alien dari rumpun Ata Ta Tiga tetapi berpakaian serba tradisional dan berpelat Jawa. Adu Du sangsi karena rupanya mirip dengan Bago Go dan tidak ingin termakan tipu dayanya lagi, maka dia menyuruh Komputer untuk menjalankan analisa struktur muka ke atas pengunjung itu.

Komputer melaporkan bahwa hasil 99 persen yang pengunjung itu adalah Bago Go, dan hanya 1 persen yang pengunjung itu bukan Bago Go. Kemudian, "ahli" itu mengatakan bahwa dia adalah yang 1 peraus. Malahan Probe menasihati tuannya supaya tidak berburuk sangka dengan kasus "pelanduk dua serupa" ini.

Pengunjung itu memperkenalkan dirinya sebagai Wak Baga Ga yang datang dari jauh untuk mengobati masalah ingatan Probe. Katanya lagi, semua jenis penyakit bisa disembuhkan hanya dengan empat langkah. Yang pertama, memastikan tepat sakitnya. Kedua, melakukan diagnosis dan pengobatan awal. Ketiga, diberikan obatnya dan akhir sekali, bayarannya.

Maka, si "pakar" yang bergelar "Wak Baga Ga" itu terus membuat pemeriksaan awal atas tubuh Probe. Dia membuka tutupnya lalu mengujar "Ha, ini masalahnya". Jelas Baga Ga, kelemahan daya ingat Probe sudah "tingkat ketujuh" dan jika dibiarkan bisa jadi "tingkat kedelapan" yaitu terus kronis dan lupa diri.

Dengan itu Baga Ga mengusulkan hipnosis yang mana Probe akan terhipnotis dengan hentakan yang bertalu-talu oleh jam rantainya, sambil Adu Du menceritakan kisah silam mereka, sejak perkenalan mereka di tempat pembuangan sampah Ata Ta Tiga. Tapi begitu Adu Du mulai bercerita, dia menemukan Wak Baga Ga terpukau sekali lalu membangunkannya kembali. Setelah dia bangun, Baga Ga meminta Adu Du supaya jangan berhenti dan melanjutkan bercerita.

Tatkala Probe masih tampak terpukau, Adu Du mencoba mempermanis kisah lampaunya yaitu sejak dia bertemu dengan Probe, hidupnya yang gundah dan sebatang kara berubah menjadi ceria dan bermakna karena sesungguhnya Probe telah menjadi teman dan teman baik Adu Du. Namun, tiba-tiba Probe sadar dari pukauan itu karena tidak termakan cerita itu lalu mengingatkan bahwa dia dijadikan orang suruhan dan kuli Adu Du adalah!

Adu Du dan Baga Ga terkejut melihat Probe terjaga lalu memukul-mukulnya dengan jam rantainya dan dia terhipnotis kembali. Setelah itu, Adu Du melanjutkan cerita ketika mereka menemukan Ochobot serta permusuhan lama mereka dengan BoBoiBoy, apalagi ketika mereka nyaris mengalahkan musuh mereka itu ketika mereka mendapat Robot Pemusnah Mukalakus dari "si penipu" Bago Go, disusul peristiwa Ejo Jo yang menyebabkan kehancuran Probe dan akhirnya Adu Du bekerjasama dengan BoBoiBoy dan akhir sekali bagaimana Probe dihidupkan kembali dengan bantuan BoBoiBoy dan (Ironisnya) Bago Go. Adu Du menyudahkan cerita dengan sebak meratapi masalah ingatan Probe dan dia tidak sanggup kehilangannya lagi.

Setelah selesai sesi hipnosis, Baga Ga menepuk tangan untuk mengejutkan Probe dari pukauan, lalu melaporkan kondisinya semakin baik tetapi belum pulih sepenuhnya. Tambahnya, jika tidak diubat setelah "dua Jumaat", pasti lupa diri terus. Untuk itu, dia menyarankan obat hikmat "Tongkat Bayam Sakti Ajaib" yang harus dioleskan pada bagian yang sakit 30 kali sehari selama 30 hari. Sambungnya, perahkan limau nipis dan campurkan dengan dua sendok obat itu di dalam air hangat lalu meminumnya.

Hebah Baga Ga, obat ini ampuh dan serbaguna untuk berbagai jenis penyakit di dunia, termasuk demam, pilek, sakit perut, hilang ingatan, angin-angin, sakit kepala, demam berdarah, sakit jantung, sakit ginjal, otitis, meningitis, osteoporosis, pertussis, oasis dan macam-macam "sis" lagi. Ini terbuat dari bahan-bahan yang sangat sulit diperoleh, yaitu jamur salju yang diambil dari puncak Gunung Berapi Wakakagewa, air mata harimau bintang bunting anak ke-13, air rebusan sarang laba-laba raksasa dan daun bayam sakti yang dikutip pada Selasa malam bulan mengambang minggu ke-2 cuti sekolah.

Probe naik semangat mendengarkan diungkapkan Baga Ga tentang obat itu dan membujuk Adu Du untuk membelinya tetapi Adu Du seperti biasa, sangsi menduga harga yang mahal. Lantas Baga Ga menjelaskan bahwa obat ini gratis karena dirinya ikhlas dan bukan seperti Bago Go yang digelar "pisau cukur". Adu Du terus merasa lega ketika mendengar kata 'gratis' itu, tetapi Baga Ga berpesan bahwa obat itu harus diminum di dalam "cangkir kayu cokelat ceri ajaib" sehingga terasa mujarabnya, bahkan efek mujarabnya akan hilang jika diminum di dalam gelas besi. Setelah ditanya oleh Adu Du harganya, Baga Ga mengatakan bahwa harga cangkir itu adalah 80 Juta 80 Sen. Maka Adu Du pun rebah dalam keresahan lalu pingsan.

Setelah menyerahkan obat dan cawannya ke Probe di luar markas, Baga Ga memesan Probe supaya meneleponnya untuk melaporkan perkembangan kesehatannya lalu menyerahkan resitnya. Sebelum itu, dia membuka tudung kepala Probe dan menyambungkan kembali kabel yang terbuka di dalam sistemnya. Setelah Adu Du mengucapkan terima kasih, Wak Baga Ga berangkat dengan ambal terbang. Sesaat setelah itu datang pula Bago Go dengan menaiki sepeda motor terbang. Ini membuat Adu Du merasa heran dan curiga.

Kemunculan Bago Go menyebabkan Probe berubah menjadi Super Probe secara tiba-tiba dengan nada suara yang garang dan tidak berhati perut, dan bertanya apakah dia itu Wak Baga Ga sambil mengacungkan senjata ke arah makhluk hijau yang berkumis itu. Bago Go berusaha membujuk Probe yang dirinya bukan Baga Ga, tetapi Adu Du mencelah dengan mengatakan Bago Go menipu.

Bago Go mengatakan bahwa mungkin Probe marah karena Baga Ga menipu Adu Du Dan Probe. Dia hanya menyambungkan kabel yang tercabut dalam kepala Probe saja. Ini membuat Adu Du merasa marah dan kesal setelah berbelanja jutaan, dan Probe pula tidak puas dengan penjelasannya. Jadi Bago Go segera menarik kembali semua cas kredit kartu tadi, siap dipulangkan kapal angkasa lamanya lagi. Super Probe mendesak supaya Bago Go mengaku dirinya adalah Baga Ga, jadi Bago Go pun perintahnya, tetapi dia tetap memakan tembakan laser robot yang garang itu.

Kemudian, Super Probe menoleh ke arah Adu Du dan menuntut pengakuan bahwa dia adalah pembantu Baga Ga. Adu Du cepat-cepat mengeluarkan kartu identitasnya, tetapi Probe kembali ke mode asalnya dan memberitahu bahwa dia sebenarnya berpura-pura hilang ingatan untuk menipu Baga Ga. Lantas Adu Du merasa geram bercampur bangga memuji tindakan robot suruhannya itu sambil mengecam kesalahan Bago Go. Tiba-tiba saja Baga Ga berbalik ke pekarangan markas untuk menanyakan mengapa ditarik kembali cas kredit kartu tadi. Tergamam Adu Du ketika dia melihat Bago Go dan Baga Ga adalah dua alien yang berbeda, jadi Probe merasa geram dan terus bertukar lalu menembak mereka berdua di luar markasnya.

Video

BoBoiBoy Musim 3 Episod 6- Khidmat Wak Ba Ga Ga22:01

BoBoiBoy Musim 3 Episod 6- Khidmat Wak Ba Ga Ga

BoBoiBoy Musim 3, Episod 6: Khimat Wak Baga Ga

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.