FANDOM


BoBoiBoy Musim 3 Episode 5
Koko Jumbo marah
Tanggal
diterbitkan
2 Februari 2014 (TV3)
Durasi
tayangan
22:01
Disutradarai
oleh
Yap Ee Jean
Dzubir Mohammed Zakaria
Panduan Episode
Sebelumnya
Kerjasama BuBaDiBaKo
Selanjutnya
Khidmat Wak Baga Ga

Musim 3, Episode 5 atau "Amukan Koko Jumbo" adalah episode ke-5 dalam musim ke-3 seri BoBoiBoy. Episode ini disiarkan di TV3 pada 2 Februari 2014 pukul 7 malam.

Plot

Probe mencelikkan mata buat kali pertama sejak hancur dalam pertempuran yang lalu dengan Ejo Jo. Sapaan "Incik Boss sehat ke?" menceriakan Adu Du, BoBoiBoy, Gopal, Komputer dan S8000. Sayangnya Probe hanya sempat bertahan beberapa saat sebelum kembali mati disebabkan konverter yang rusak, membuat Adu Du kembali sebak.

BoBoiBoy dan Gopal mencoba membujuknya supaya mencoba lagi, tetapi Adu Du menjelaskan bahwa, bak kata Bago Go yang menjual konverter itu, kesempatan untuk menghidupkan kembali Probe hanya sekali, malahan dia meluahkan keredhaan dengan nasib yang diterimanya.

Tiba-tiba, BoBoiBoy dikejutkan oleh suara Ochobot yang muncul sebagai hologram di jam tangan kuasanya, lalu segera memasang stiker di jam tangannya. Gopal tertarik karena jam tangannya tidak memiliki fitur tersebut. Setelah dipasang hologramnya, Ochobot lantang menyuruh BoBoiBoy untuk segera memasang saluran TV33. Adu Du menekan tombol di remote control untuk memasang layar televisi.

Keluarnya berita siaran langsung dari kota di mana wartawan melaporkan kekerasan yang dilakukan oleh seekor monster raksasa yang menyasar pabrik kakao terbesar di Pulau Rintis, malah mengambil wartawan berkenaan sebagai sandera. Adu Du segera mengecam raksasa itu sebagai Koko Jumbo, maka dia bersama BoBoiBoy dan Gopal bergabung untuk bertindak cepat.

Ketika mereka bertiga tiba di tempat kejadian, di mana Koko Jumbo sudah berada di daerah pantai Pulau Rintis, Adu Du tampil mendekati Koko Jumbo untuk bertanya mengapa raksasa itu mengganas. Dengan geramnya Koko Jumbo menjawab dengan membanting tuannya karena mengabaikan dan membiarnya hidup sengsara sampai ia tekad untuk berburu kakao untuk tumbuh hingga menjadi raksasa.

Maka Adu Du meminta ampun dari Koko Jumbo atas sikap tidak bijaksana terhadapnya dahulu, tetapi Koko Jumbo enggan memaafinya lalu mencoba membahayakan nyawa mantan tuannya. Akan tetapi, BoBoiBoy dan Gopal sempat menyela dengan menantang raksasa itu sehingga beradu melempar barang, dengan syarat bahwa Koko Jumbo harus mundur jika kalah. Koko Jumbo berbalas syarat dengan mengehendaki Adu Du diserahkan kepadanya jika ia menang. BoBoiBoy dan Gopal menerima syarat Koko Jumbo dan ianya membuatkan Adu Du merasa cemas.

Mula-mula, Koko Jumbo menantang BoBoiBoy untuk melempar batu besar. Nampak gayanya BoBoiBoy tidak larat memegang batu yang lebih kurang setara dengan separuh besar tubuhnya. Adu Du menyangka bahwa BoBoiBoy akan menggunakan kekuatan tanahnya, rupa-rupanya tidak. Lemparan BoBoiBoy yang tidak terbantu kekuasaan itu hanya mencapai setengah meter. Dengan yakin, Koko Jumbo memungut batu yang jauh lebih besar untuk dilempar, lantas melemparkan batu itu sejauh-jauhnya sampai hampir menghempasi pabrik. Gopal mengatakan bahwa itu sudah hampir satu kilometer. Hal ini menambah rasa cemas Adu Du.

Meskipun demikian, dengan yakin sekali BoBoiBoy menantang Koko Jumbo untuk melempar bulu pula. Seperti yang diharapkan, lemparan Koko Jumbo hambar sekali, bahkan bulu itu ditiup angin kembali ke arah bertentangannya, lalu membuahkan ukuran "negatif 30 meter" ketika mendarat. Dengan itu, BoBoiBoy dan Gopal merayakan 'kemenangan' mereka.

Namun, Koko Jumbo enggan menyerah karena hoax mereka, lalu ia melempar dua ketul batu ke arah musuh-musuhnya. Gopal segera membalas serangan dengan menggunakan Tukaran Makanan lalu mengubah batu-batu itu menjadi gula kapas yang ringan. Adu Du siap dengan pistol lasernya, sementara BoBoiBoy menggunakan BoBoiBoy Kuasa Tiga untuk membagi menjadi BoBoiBoy Halilintar, BoBoiBoy Topan dan BoBoiBoy Gempa.

Akan tetapi, pertarungan berlangsung sampai waktu senja, dan serangan bertubi-tubi dari tiga BoBoiBoy, Gopal dan Adu Du langsung tidak meninggalkan pun kepadamu atas jasad dan jiwa Koko Jumbo. BoBoiBoy bertiga mencoba menyerangnya dengan BoBoiBoy Halilintar menggunakan Hujan Halilintar kemudian BoBoiBoy Taufan menggunakan Deruan Ribut untuk menggabungkan keduanya sementara BoBoiBoy Gempa pula menahan gerakan raksasa itu dengan tangan golem dari bawah tanah. Namun serangan itu berhasil diarahkan oleh Koko Jumbo ke arah musuh-musuhnya sampai membuat mereka terenjat dan pingsan seketika.

Setelah menyisihkan musuh-musuhnya, Koko Jumbo segera menuju ke pabrik coklat untuk mengganas sambil mencari kakao. BoBoiBoy bertiga, Gopal dan Adu Du cepat sadar sementara terorisme di pabrik baru dimulai. BoBoiBoy Halilintar mendesak yang lain sehingga menghambat Koko Jumbo dari makan kakao dan membesar, tetapi Adu Du mengingatkan bahwa warga pabrik dalam bahaya. Maka BoBoiBoy Gempa mengarahkan ke dua dirinya yang lain untuk bersama-sama menyelamatkan warga pabrik sementara Gopal dan Adu Du gangguan Koko Jumbo.

Maka BoBoiBoy bertiga berlari ke area pabrik untuk bertindak sewajarnya. Kehadiran mereka diketahui oleh Koko Jumbo, tetapi perhatiannya teralih oleh Gopal bersama Adu Du yang menyamar sebagai wisatawan asing yang hendak mengambil gambar dengan raksasa itu. Sesi pemotretan itu berhasil melekakan Koko Jumbo sampai BoBoiBoy bertiga sempat mengosongkan pabrik. Setelah itu, Adu Du melakukan langkah terakhir dengan menyuruh Koko Jumbo mundur ke belakang hingga ia jatuh ke dalam air jurang.

Setelah menjatuhkan Koko Jumbo, BoBoiBoy bertiga, Gopal dan Adu Du asyik merayakan keberhasilan mereka dalam menyelamatkan kondisi, bahkan Gopal memuji kebijakan Adu Du dengan idenya yang baru mereka laksanakan. Namun tiba-tiba saja Koko Jumbo lompat dari jurang dengan lebih ganas dari yang tadi. Adu Du sekali lagi menyamar sebagai penari asing, tetapi itu sudah tidak efektif karena Koko Jumbo sudah masak dengan hoax musuh-musuhnya. Sekali lagi mereka mencoba mencegah kemarahan raksasa itu, tetapi mereka sudah terlalu lemah.

Kembali di lokasi pabrik, Koko Jumbo menunjuk kelagakannya dengan memakan bentuk coklat dari papan tanda pabrik, lalu terasa papan. Gopal menunjukkan kepada Koko Jumbo bahwa kakao sebenarnya tersimpan dalam tong besar (silo) pabrik; tindakan kurang bijaknya membuat teman-temannya merasa kecewa. Dengan segera Koko Jumbo menelan habis kakao dari silo lalu berubah bentuk menjadi lebih besar seakan-akan seekor dinosaurus.

Sekali lagi BoBoiBoy dan kawan-kawan berusaha melawan Koko Jumbo secara bertubi-tubi, dan sekali lagi mereka gagal meninggalkan kesan. Koko Jumbo menyerang balik dengan mudah sekali, dengan sekali hentakan kaki yang melayangkan Gopal dan Adu Du. BoBoiBoy Halilintar dan BoBoiBoy Taufan menyerangnya dari udara, tetapi dipukul dengan tiang listrik bagai bisbol. BoBoiBoy Gempa mencoba menahan kemarahan Koko Jumbo dari tanah, tetapi akhirnya dipukul juga.

BoBoiBoy bergabung kembali karena kelelahan. Dia dan teman-temannya di ambang kekalahan, memberikan kesempatan kepada Koko Jumbo untuk menghapusnya. Sekali lagi Adu Du mencoba meminta ampun, dan sekali lagi Koko Jumbo enggan memaafinya dan mengancam dengan memenyetkan mereka dengan tangannya. Tidak sempat ia menjatuhkan 'hukuman' atas mantan tuannya dan pahlawan-pahlawan muda itu, datangnya pula suatu wajah yang tidak begitu asing menyelamatkan mereka.

Ternyata Probe telah dihidupkan kembali dan tampil dalam bentuk robot perkasa untuk memberikan Koko Jumbo perlawanan yang sengit! Ini membuat Adu Du, BoBoiBoy dan Gopal senang karena usaha mereka untuk menghidupkan kembali Probe tidak sia-sia. Di puncak pertarungan, Koko Jumbo menepuk Probe bagaikan lalat, tetapi Probe lewatkan tanpa cacat dan melepaskan tembakan peluru bertubi-tubi sampai menjatuhkan Koko Jumbo. Setelah Koko Jumbo rebah di atas tanah, Probe memancarkan laser pemusnah untuk mengecilkan kembali monster raksasa itu. Setelah itu, Koko Jumbo yang dikecilkan dipungut oleh BoBoiBoy lalu dimasukkan ke dalam tabung.

Sambil mengeluarkan tangisan kegembiraan, Adu Du melesat ke arah Probe lalu memeluk kakinya. Akan tetapi, Probe beragam lain macam, mengeluarkan kata-kata "Robot Tempur Siap Melayani" dengan suara yang berbeda dan seperti tidak berjiwa. Tampaknya Probe dihidupkan kembali tanpa ingatan lampau dan hanya tinggal robot tempur biasa.

Probe menundukkan kepala dan sistemnya dapat mengecam Adu Du sebagai tuannya, tetapi BoBoiBoy dan Gopal pula sebagai musuh ketat, lalu ia bersiap untuk mengancam pahlawan-pahlawan muda itu. Adu Du mencoba membujuk robot suruhan lamanya agar tidak mengapa-apakan BoBoiBoy dan Gopal serta menerima mereka sebagai kawan, tetapi Probe yang tiada peri kemanusiaan itu menyanggah persuasi tuannya dan maju ke arah mereka untuk menembak mereka.

Akhirnya Adu Du teringat satu jalan untuk meleraikan ketegangan ini, yaitu dengan melempar mag besi ke kepala Probe. Sekali hentakan memadai untuk menyadarkan kembali Probe dengan ingatan lampau. Maka Probe mengubah modus ke bentuk asal lalu memeluk Adu Du dengan pelukan yang ramah dan tangisan kegembiraan dalam momen manis yang turut bersama dengan BoBoiBoy dan Gopal.

Video

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.