FANDOM


BoBoiBoy Musim 3 Episode 3
Adu Du membaiki Probe
Tanggal
diterbitkan
19 Januari 2014 (TV3)
Durasi
tayangan
22:01
Disutradarai
oleh
Yap Ee Jean
Dzubir Mohammed Zakaria
Panduan Episode
Sebelumnya
BoBoiBoy vs Ejo Jo Finale
Selanjutnya
Kerjasama BuBaDiBaKo

Musim 3, Episode 3 atau "Probe Dalam Ingatan" adalah episode ke-3 dalam musim ke-3 seri BoBoiBoy. Episode ini disiarkan di TV3 pada 19 Januari 2014 pukul 7 malam.

Plot

Di Markas Kotak, Adu Du sedang mencoba memperbaiki dan memulihkan Probe, si robot asistennya yang parah dimusnahkan oleh Ejo Jo. Perbuatan Adu Du itu disaksikan oleh Komputer dan kambing S8000. Adu Du memasukkan kor energi P.E.T.A.I. ke dalam bangkai Probe. Namun usahanya tidak berhasil. Ulas Komputer, korps tenaga P.E.T.A.I. tidak kompatibel dengan Probe. Maka Adu Du dengan rasa sebak bercampur marah terus meratapi kehilangan Probe karena dia telah kehilangan seorang teman yang menghibur. Komputer mencoba membujuk tuannya bahwa ia masih ada, tetapi dibalas dengan lemparan mag besi dan ujaran Adu Du bahwa komputer tidak mampu menghiburnya seperti Probe.

Sementara itu di Sekolah Rendah Pulau Rintis, setelah membuat murid-murid gemuruh dan bertanya-tanya dengan nyengir selama setengah jam, Papa Zola, si guru matematika dengan tergemparnya mengumumkan hasil ujian matematika yang diganggu oleh serangan Ejo Jo periode hari. Seluruh kelas gugup terdengar kabar, kecuali Yaya dan Ying selaku lawan ketat dalam pemeriksaan yang berlomba-lomba menggelar diri sebagai siswa nomor satu.

Tanpa disangka-sangka, Papa Zola mengumumkan Gopal sebagai "nomor satu" dengan puji-pujian yang melebih-lebih, tapi rupanya itu sekadar usikan karena Gopal sebenarnya "nomor satu dari belakang"! Setelah itu, Papa Zola mengumumkan Fang sebagai mahasiswa nomor satu! Sementara Fang merayakan keberhasilan dengan berlagak di depan BoBoiBoy, Yaya dan Ying cepat naik pitam terhadap Fang karena merampas posisi terunggul mereka, tetapi Papa Zola sempat menjelaskan bahwa Fang mendapat nomor satu hanya dengan 39 persen saja! Itu berarti dia gagal dalam tes.

Mengingat seluruh murid Kelas 5 Jujur gagal dalam ujian, Papa Zola dengan melulu mengecam mereka dengan mengatakan "Korang semua ni tak pandai, kecik-kecik tak nak pergi sekolah!", Kemudian mengumumkan nilai murid-murid lain satu per satu. BoBoiBoy mendapat 29 persen (sekali lagi diejek oleh Fang), Yaya dan Ying mendapat 38,9 persen (maka dengkilah mereka berdua terhadap Fang), sedangkan Gopal pula mendapat negatif 17 persen. Malahan Papa Zola menelepon ayah Gopal untuk memberitahu keputusan anak muridnya, lalu ayah Gopal memintanya untuk memukul siswa yang paling corot itu, kemudian Papa Zola menyampaikan sebatang rotan ke Gopal bagi pihak ayahnya.

Seluruh kelas gamat dengan kehampaan. Papa Zola juga mengumumkan keputusan tanda Abdul Du Dul (Adu Du), yaitu 20 persen dan tetap diperhitungkan karena makhluk asing itu telah mengikuti ujian. Lantas Yaya dan Ying mengatakan bahwa mereka gagal karena ujian itu diganggu oleh Adu Du; tetapi Papa Zola menegaskan bahwa dia tidak menerima alasan karena gagal tetap gagal!

Fang sekali lagi berbicara besar di hadapan BoBoiBoy dengan markahnya, maka Papa Zola mengambil kesempatan untuk menantang Fang dengan menyuruhnya menghitung angka satu sampai tiga puluh tanpa tersekat-sekat. Fang dengan yakinnya menerima tantangan itu, tetapi diganggu di tengah-tengah jalan oleh kebisingan Papa Zola yang kemudian menggagalkan Fang. Perbuatan Papa Zola dikecam oleh BoBoiBoy.

Apa-apa pun, Papa Zola bersikeras untuk mengadakan kelas tambahan Matematika pada setiap hari Rabu untuk semua murid-murid kelas 5 Jujur. Dia menginginkan semua murid hadir, termasuk Abdul Du Dul. Seandainya tidak, Papa Zola mengancam, dia akan menggagalkan mereka seumur hidup.

Kembali di Markas Kotak, Adu Du dikejutkan oleh panggilan dari Bago Go yang muncul di layar komputer melalui online konferensi video. Setelah ditanya oleh Adu Du dengan rasa jengkel bagaimana dia bisa menghubunginya, jelas Bago Go, dia dihubungi oleh S8000 sendiri, bahkan fasih dalam 'bahasa kambing'. Bago Go menawarkan pertolongan untuk memperbaiki Probe, itu pun dengan menyuruhnya membeli robot baru yaitu "Robot Robey XL 9000". Adu Du dengan geram menuntut supaya Probe diperbaiki, bukan diganti, maka Bago Go akur dengan alasan sekadar menguji.

Penawaran memperbaiki Probe itu disambut baik oleh Adu Du, tetapi Bago Go terlebih dahulu meminta supaya bangkai Probe dengan alat gantinya dihadapkan untuk diteliti. Seperti yang diduga, korps tenaga P.E.T.A.I. tidak kompatibel dengan Probe karena kedua robot tempur tersebut lain model dan lain zaman, bahkan Bago Go menjelaskan dengan analogi bahwa P.E.T.A.I. kepada Probe bagaikan jet tempur ke pisang. Kenyataan itu membuat Adu Du rasa tersinggung, tetapi jelas dengan apa yang disampaikan.

Dengan itu, Bago Go menawarkan alat "Konverter Energi Jet Pejuang ke Pisang SX7650" sebagai penawar duka Adu Du itu, tetapi S8000 membujuk tuannya bahwa salesman itu sedang menipu. Bago Go terasa kecil hati dengan ulasan kambing itu lalu beralih ke menawarkan konverter biasa. Sekali lagi Adu Du menyanggah, maka Bago Go terasa hendak mengakhiri transaksi.

Enggan menyerah demi Probe, Adu Du sempat mencegah dan menarik Bago Go sekali lagi supaya memberinya ikhtiar untuk menghidupkan kembali Probe. Bago Go akhirnya akur lalu meminta supaya kor energi asal Probe dikeluarkan. Bago Go mengusulkan konverter berlaku untuk menyalurkan energi kor P.E.T.A.I. kepada kor Probe, tetapi tidak menjualnya sebelum membahas "ongkosnya".

Setelah tamat waktu persekolahan, BoBoiBoy dan Gopal datang ke Tok Aba dan BoBoiBoy Kokotiam dengan rasa cemas akan apa yang akan dikatakan oleh orang tua masing-masing tentang kegagalan mereka dalam ujian. Tok Aba membujuk mereka usah cemas karena dia sudah tahu dari Papa Zola yang turut ada di gerainya.

Tiba-tiba, muncul Pakcik Kumar entah dari mana untuk memukul dan memarahi Gopal atas kegagalan ujian lalu. Tok Aba mencoba membujuk Kumar karena BoBoiBoy turut gagal, maka Kumar mengancam BoBoiBoy dengan rotannya. Tok Aba membujuk Kumar supaya jangan marah karena anak-anak itu gagal karena ujian diganggu oleh Adu Du, namun Kumar tidak peduli dengan alasan itu.

Tok Aba turut membujuk Kumar dengan kelas tambahan Matematika akan datang yang diselenggarakan oleh Papa Zola. Papa Zola berjanji kepada Kumar agar ujian akan datang tidak akan ada kegagalan dengan kelas lain, asalkan Abdul Du Dul itu dapat datang juga. BoBoiBoy dan Gopal mengeluh akan betapa sulitnya untuk menemukan kembali Adu Du, tetapi Kumar dengan bengisnya menuntut supaya mereka mencari "makhluk halus" itu.

Sebentar kemudian, sedang BoBoiBoy dan Gopal mengeluh-ngeluh bagaimana menghadapi Adu Du, tiba-tiba Adu Du muncul di toko Tok Aba dengan sepasang pistol untuk mencoba merampas kakao, tetapi BoBoiBoy dan Gopal gembira menyambutnya karena tuntutan Papa Zola untuk kelas tambahan Matematika. Adu Du menyanggah banding mereka serta menuntut kakao Tok Aba untuk memulihkan Probe. Jelasnya, dia telah berurus dengan Bago Go untuk menggadaikan kakao untuk alat yang diperlukan setelah menolak menerima ongkos sejumlah 79 Juta 79 Sen yang tetap mahal bahkan mendapatkan diskon yang banyak, meskipun dikabarkan bahwa kakao sudah lapuk sebagai sumber energi.

Seperti yang diharapkan, BoBoiBoy dan Gopal mau memenuhi tuntutan kakao Adu Du. Maka Adu Du memperkuat ugutannya dengan menyeru raksasa Koko Jumbo keluar.

Video

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.