FANDOM


Adu Du Kembali Jahat adalah episode ke-13 musim ke-3 dalam seri BoBoiBoy. Episode ini disiarkan di TV3 pada 16 Desember 2014 dan juga MNCTV pada 1 Januari 2015.

Plot

Terlihat BoBoiBoy sedang melamun di dapur, tetapi secara tiba-tiba dia dikejutkan oleh Tok Aba. Bila dikatakan "Itulah, melamun lagi", BoBoiBoy mengingatkan Tok Aba akan ketika Adu Du mengancam untuk kembali ke kancah kejahatan setelah ibunya terluka oleh BoBoiBoy. Untuk itu Tok Aba memesan cucunya sehingga mencoba menginsafkannya kembali. Kemudian BoBoiBoy menyalami Tok Aba lalu pergi ke sekolah.

Sementara itu, Adu Du ditemani oleh Probe, menangis di damping ibunya yang "sudah tidak lama" terbaring di tempat tidur di Markas Kotak, siap dengan perlengkapan ala rumah sakit. Untuk menghindari kesalahpahaman, Ibu Bu bangun kembali dan menjelaskan bahwa dia tidak lama karena harus kembali menjaga kekaisaran bisnisnya. Maka Adu Du pulih semangat dan berikrar untuk membalas dendam atas BoBoiBoy atas perbuatannya kepada ibunya.

Ibu Bu memuji tekad anaknya sambil pergi mengambil bagasi. Tapi Probe mengeluh karena rumah tangga Adu Du sedang dalam kemiskinan. Jadi Ibu Bu akan memberikan dua hadiah kepada anaknya. Probe turut gembira terdengar akan hadiah, tetapi terkena lemparan gelas buruk oleh Adu Du yang marah. Bagi Probe, itu sudah menandakan bahwa tuannya sah sudah kembali jahat.

Hadiah pertama, Ibu Bu mengulurkan Jajabear kepada anaknya, yaitu "teddy bear kejahatan". Adu Du menangis sambil menerima hadiah itu, lalu menuas tangan kanan boneka itu untuk membuatnya bersuara "hancurkan kebaikan" sebanyak dua kali, kemudian dia memeluk ibunya dengan sebak sambil mengucapkan terima kasih.

Ibu Bu menceritakan bahwa sejak kepergian Adu Du, Jajabear saja yang ada untuk dipeluk untuk menghilangkan rasa rindunya kepada Adu Du, bahkan rupanya yang "jelek dan jahat" mengingatkan dirinya kepada anak kesayangannya. Adu Du menangis tak henti-henti, sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada ibunya karena mengingatkan kembali kenangan silam.

Di Sekolah Rendah Pulau Rintis, BoBoiBoy terus melamun dalam depresi sambil dibujuk oleh Yaya dan Gopal bahwa peristiwa ibu Adu Du bukanlah salahnya. Setelah Papa Zola datang ke kelas, dia disambut oleh murid-murid dengan bergaya: "Selamat pagi, Pak ... Kebenaran!". Cikgu Papa Zola ada kejutan yang mana dia meminta murid-muridnya sehingga menutup mata dahulu. Gopal menebak bahwa ini tentu kejutan ulang tahunnya, tetapi Papa Zola mengecam seolah-olah dia ingin menyambut hari jadinya tiap-tiap tahun.

Setelah diminta membuka mata, semua murid digemparkan oleh satu kejutan menyenangkan hati, yaitu "Tes Mengejut Kebenaran"! Ying menyentak bahwa minggu lalu baru saja tes. Fang merungut, tes ini tidak disangka; tegas Papa Zola, namanya pun "tes mendadak", memanglah tidak disangka-sangka. BoBoiBoy juga mengeluh karena tidak membuat persiapan.

Papa Zola terus menyadari meja kosong Adu Du lalu bertanya kepada Iwan di mana dia berada. Gopal mencelah dengan mengatakan bahwa Adu Du dihalau oleh BoBoiBoy, maka Papa Zola terus pergi menyergah BoBoiBoy atas tindakannya terhadap anak murid kesayangannya.

Gopal terkejut mendengar kata-kata itu lalu bersikeras bahwa dialah murid kesayangan Papa Zola. Papa Zola mengutuk Gopal karena "meminjam mimpi orang" serta memuji kepandaian Adu Du sebagai siswanya. Fang tolong menjelaskan bahwa Adu Du kembali jahat; tambah Gopal, itu karena BoBoiBoy melukai ibunya. Maka sekali lagi Papa Zola memarahi BoBoiBoy.

Tiba-tiba saja Adu Du muncul di depan kelas dengan menyamar sebagai siswa dan berperilaku baik dengan alasan dia lambat karena menolong nenek membeli sayur. BoBoiBoy dan kawan-kawan terkejut melihat Adu Du berperilaku baik kembali sambil dituduh oleh Papa Zola karena membohongi mereka. BoBoiBoy meminta maaf kepada Adu Du, dan Adu Du "memaafkan" dia. Maka mereka yakin bahwa Adu Du tidak kembali jahat, tanpa mengetahui maksud sebenarnya Adu Du.

Imbas kembali ketika Adu Du berada di Markas Kotak. Dia menerima hadiah kedua dari Ibu Bu yaitu "Kartu Kredit Kejahatan" kelas Plutonium tanpa batas pembelian. Probe senang dengan karunia mewah itu, tetapi Adu Du menolak sebagai tanda ingin hidup mandiri, tetapi Ibu Bu terus membujuknya karena mengasihani kondisi hidup anaknya yang serba kekurangan. Akhirnya Adu Du akur, asalkan kali ini saja dia menerima pertolongan dari ibunya.

Kembali semula ke waktu nyata. BoBoiBoy mengeluh "susahnya" tentang tes mendadak itu. Gopal pula mengeluh kelaparan dan mengambil kesempatan untuk mengubah meja ke coklat diam. Tindakannya disadari oleh Iwan, lalu dia mencoba menarik perhatian gurunya yang hanya memerhatikan usaha Adu Du. Sementara itu Ying dan Yaya kembali berseteru sempena tes, masing-masing saling menuduh meniru dan menyeru kekuatan super masing-masing untuk mengatasi satu sama lain.

Ying menggunakan Tulisan Laju untuk menghindari ditiru, tetapi itu membuat Yaya merasa geram lalu secara tidak sengaja dia teraktifkan Daya gravitasinya karena tidak tertahan sehingga satu kelas dengan meja-meja sekali terangkat ke udara. Ying sekali lagi menggunakan Tulisan Laju tetapi kali ini terbakar kertasnya sampai Yaya pun terkejut dan Daya Gravitasi itu terus batal, menjatuhkan kembali seluruh kelas.

Kemudian, Yaya dan Ying terus bertengkar dan saling mengutuk, tetapi diuraikan oleh Papa Zola yang mengingatkan bahwa tes itu bukan untuk berbicara seperti di perpustakaan. Fang memperbaiki percakapan guru itu bahwa di perpustakaan mana bisa berbicara, tapi dia pula yang diherdik sehingga "diam lagi dipersenyapkan!".

Adu Du mengambil keuntungan dari kekalutan itu untuk memulai rencana jahatnya dengan mencoba mengambil sesuatu dari tasnya. Sambil itu dia terusik-usik meja sehingga pemadamnya terjatuh. Gopal sadar lalu berbisik kepada Adu Du tentang pemadamnya. Tapi Adu Du tidak endah dan mengeluarkan suatu alat yang berupa walkie-talkie. Lantas dia menekan tombol dan berbisik kepadanya. Gopal mencoba mengadukan tindakan Adu Du kepada Papa Zola.

Maka Papa Zola pergi menuduh Adu Du menipu sambil menyelidiki meja, tapi tiadanya walkie-talkie. Adu Du menunjuk walkie-talkie di atas meja Gopal kepada guru itu, maka Gopal pula yang memakan bidasan gurunya. Sementara Gopal menuduh balik Adu Du, Papa Zola menguji walkie-talkie tersebut; sebenarnya alat itu bersuara dan menjawab.

Adu Du menyaksikan peristiwa walkie-talkie itu dari depan kelas sambil tergelak. Tapi gelakannya tertarik perhatian murid-murid dan Papa Zola yang menyangka dia tidak sehat, maka Adu Du mencoba mengelak dengan alasan bahwa pertanyaan dalam tes lawak. Maka Papa Zola memuji Adu Du karena akhirnya ada seorang murid yang memahami lelucon dalam pertanyaannya.

Tiba-tiba, seluruh sekolah digemparkan oleh gempa kuat yang terdengar dari luar sekolah. Maka seluruh kelas pun lintang-pukang kecuali Adu Du yang gembira karena pelannya berjalan lancar.

Imbas kembali ketika Adu Du menghubungi Bago Go. Bago Go terkejut melihat wajah Adu Du lalu menegaskan keengganannya untuk berurusan dengan orang yang menjadi musuhnya. Kemudian dia terlihat seorang wajah yang baru. Ibu Bu memperkenalkan dirinya sebagai ibu Adu Du, maka Bago Go menceritakan peristiwa Pertarungan di Bulan, apalagi sewaktu dibawa ke rumah sakit, dia disalah sangka sebagai lempeng lalu dikirim ke kafetaria.

Ibu Bu membujuk Bago Go bahwa itu kisah dahulu sewaktu Adu Du baik, tetapi Adu Du sudah kembali jahat, tetapi Bago Go tetap ragu karena peristiwa itu telah merendahkan suku-sakatnya. Untuk membujuk Bago Go supaya berbaik kembali, Ibu Bu menayangkan Kartu Kredit Kejahatan, jadi Bago Go terus bermata duitan dan mengujar bahwa kartu kredit Plutonium hanya ada tiga keping di seluruh alam semesta dan hanya dimiliki oleh orang kaya yang ter tip top saja.

Ditayangkan pula kulit majalah dengan gambar Ibu Bu, barulah Bago Go sadar bahwa dialah Ibu Bu yaitu tokoh produk kecantikan terkemuka di alam semesta, lalu dia meminta maaf karena kondisi serba redup yang dipancarkan dari sisi online Adu Du. Jadi Ibu Bu memberitahu penjual itu bahwa kartu kredit itu sudah diserahkan kepada anaknya serta bertanya senjata apa yang paling sesuai. Adu Du meminta supaya berbaik kembali untuk kejahatan, dan Bago Go pun rela hati menolong.

Kembali semula ke waktu nyata. Sementara sekolah masih bergetar, BoBoiBoy dan kawan-kawan melihat melalui jendela suatu benda besar berbentuk bola yang berpusing-pusing laju di halaman sekolah. Benda itu berhenti, membuka diri dan menjelma dalam bentuk robot tenggiling, siap dengan kantung berisi dengan lambang dolar. Adu Du pun ke jendela untuk "menyapa" kepada robot itu, tetapi cara bicaranya yang terbata-bata mencurigakan Gopal.

Robot itu memperkenalkan diri sebagai Robot Pango yang telah mencuri dan merampok semua hasil tabung derma di seluruh sekolah, termasuk jugalah dana Klub Matematika. Papa Zola marah dan menantang Robot Pango untuk berlawan. BoBoiBoy, Gopal dan Fang berlari ke pintu ruang kelas untuk keluar untuk melawan Robot Pango, tetapi dicegah oleh Papa Zola karena tes belum selesai. Ying mengatakan sekolah dalam bahaya, tetapi Papa Zola tetap memaksa murid-murid menghabiskan tes sebelum bertarung.

Tiba-tiba, Adu Du mengulurkan kertas jawabannya karena sudah habis menjawab, lalu dia meminta izin untuk "melawan Robot Pango". Akan tetapi jawabannya ditulis dalam bahasa asing ibundanya maka Papa Zola pun menengkingnya sehingga menjawabnya kembali.

Ketegasan Papa Zola menyebabkan BoBoiBoy dan kawan-kawan tidak dapat berbuat apa-apa dengan Robot Pango yang merajalela dengan mencuri harta dan fasilitas sekolah, sementara Adu Du pula kian cemas karena khawatir rahasianya akan rentan. Papa Zola juga pengap melihat Robot Pango mencuri ban mobilnya, tetapi ketika BoBoiBoy meminta izin untuk keluar berperang, dia tetap tegas melarang dengan alasan "Dua tiga ban bisa dicari, tetapi amanah harus dijaga sampai mati".

Fang cemas berbisik tanya kepada BoBoiBoy angkara dan siapakah Robot Pango itu, dan BoBoiBoy menjawab tidak tahu. Adu Du bertambah cemas mendengar percakapan mereka. Robot Pango mencuri tiang basket, membuat Fang hanya mengeluh, tapi ketika ia mencuri gawang sepak bola, Gopal pula panik dan menarik BoBoiBoy sehingga menemukan ide.

Tiba-tiba, BoBoiBoy mendapat ide lalu menggunakan BoBoiBoy Kuasa Tiga, kemudian meminta izin Papa Zola sehingga salah seorang dari mereka akan mejawab tes, sementara dua lagi pergi berperang. Akhirnya, guru mereka mengizinkan permintaan mereka, tapi belum habis mereka berbincang, BoBoiBoy Halilintar dan BoBoiBoy Topan melesat keluar, maka hanya tinggal BoBoiBoy Gempa. Dia terasa seperti dikianati oleh dirinya sendiri. Kemudian, BoBoiBoy Halilintar dan BoBoiBoy Taufan berteriak "BERHENTI!" kepada Robot Pango.

Video

BoBoiBoy Musim 3 Episod 13- Adu Du Kembali Jahat18:31

BoBoiBoy Musim 3 Episod 13- Adu Du Kembali Jahat

BoBoiBoy Musim 3, Episod 13: Adu Du Kembali Jahat

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.